Hewan dan alamIndonesia
Bimo dan Awan Kecil
Setetes air jatuh di hidung Bimo, padahal ia sedang berada di dalam gua.
Bimo adalah beruang kecil, dan ia mengantuk sekali. Seharian ia bermain di sungai. Sekarang ia hanya ingin tidur di tempat tidurnya yang empuk.
"Hoaam," kata Bimo. Ia pun berbaring.
Plip! Setetes air jatuh lagi. Bimo menatap ke atas. Di bawah langit-langit gua ada awan kecil berwarna abu-abu, bulat seperti bola kapas. Awan itu selalu ikut ke mana pun gua Bimo berada. Semua penghuni hutan sudah tahu itu.
"Aku mengantuk sekali," kata Bimo. "Jangan menetes dulu, ya."
Plip! Awan tetap menetes.
Bimo menggeser tempat tidurnya ke pojok. Awan ikut melayang ke pojok. Plip!
Bimo mengambil daun lebar dan menaruhnya di atas kepala seperti payung. Itu daun terakhir yang masih utuh. Tapi begitu ia berbaring, krek! Daun itu patah jadi dua.
Bimo duduk dan menghela napas. Ia memandang awan itu lama-lama. Mata awan setengah tertutup. Lalu awan membuka mulutnya lebar-lebar. "Hoaaam." Dan plip! Setetes air jatuh.
"Oh!" kata Bimo. "Kamu mengantuk juga?"
Awan bergoyang pelan, seperti mengangguk.
Bimo punya ide. Ia berdiri dan menepuk-nepuk awan dengan lembut. Lalu ia bernyanyi kecil, "Tidur, tidur, awan kecil. Tidur, tidur, awan kecil."
Awan itu makin ringan. Makin pelan. Tetesnya makin jarang. Plip... lalu tidak ada lagi.
Bimo berjingkat ke tempat tidurnya dan berbaring. Jeraminya kering dan hangat. Dari atas terdengar suara halus, "fiuuu, fiuuu," napas awan yang sedang tidur.
Mata Bimo menutup. "Fiuuu," katanya pelan, ikut-ikutan. Lalu gua pun sunyi.