Langsung ke konten

Hewan dan alamIndonesia

Paus Kecil Nila

Nila adalah paus kecil yang semburan airnya selalu melenceng ke samping.

Malam itu laut tenang, dan langit penuh bintang. Nila naik ke permukaan air. Ia ingin sekali menyemburkan air setinggi-tingginya, sampai menyentuh bintang.

"Satu, dua, tiup!" katanya.

Fuuush! Air menyembur ke samping. Byur! Air itu jatuh tepat di atas Kura, kura-kura yang mengapung di dekatnya.

"Aduh, Nila," kata Kura sambil mengusap muka. "Aku datang ke sini untuk tidur di bawah bintang. Tolong pelan-pelan, ya."

"Maaf, Kura. Aku coba lagi. Satu, dua, tiup!"

Fuuush! Ke samping lagi. Kura berputar pelan seperti gasing.

Nila mencoba cara lain. Ia menyelam dalam-dalam, lalu melompat tinggi ke atas. Tinggi sekali! Tetapi ia jatuh dengan perut lebih dulu. Plop! Ombak besar membuat Kura bergoyang-goyang seperti perahu mainan.

"Nila," kata Kura dengan suara kecil. "Mataku masih belum mau tutup."

Nila merasa sedih. Ia lelah, jadi ia berbaring miring di atas air. Ia memandang bintang-bintang dari sana. Lalu ia merasakan sesuatu. Lubang napasnya tidak lagi menghadap ke samping. Lubang itu menghadap lurus ke langit!

Nila menarik napas pelan-pelan. "Satu, dua, tiup," bisiknya.

Fuuush. Air naik ke atas, tinggi dan lembut, seperti air mancur kecil. Lalu air itu turun lagi. Tik, tik, tik, menetes di punggung Kura. Tetesannya berkilau seperti butir-butir bintang.

"Oh," kata Kura. "Seperti hujan kecil yang hangat. Boleh sekali lagi? Pelan-pelan saja."

"Satu, dua, tiup," bisik Nila lagi.

Kura menguap lebar. Matanya menutup. Tik, tik, tik, air jatuh di cangkangnya. Nila berbaring miring di sebelahnya, dan bintang-bintang berkedip di atas mereka berdua.